Hari Kedua MPLS SMP Wijaya Kusuma: Bekali Karakter, Siapkan Peserta Didik Hadapi Dunia Digital dan Bencana

Danau Seluluk – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027 di SMP Wijaya Kusuma memasuki hari kedua dengan rangkaian materi yang semakin memperkaya wawasan peserta didik baru. Bertempat di aula sekolah, seluruh siswa kelas VII mengikuti kegiatan dengan antusias sejak pagi hari. Berbeda dari hari pertama yang berfokus pada pengenalan lingkungan sekolah, hari kedua ini dirancang untuk membekali siswa dengan pemahaman tentang arah pendidikan yang akan mereka tempuh, cara bijak menggunakan teknologi, pentingnya lingkungan belajar yang aman dan nyaman, hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Mengenal Profil Lulusan sebagai Arah Pendidikan
Kegiatan diawali dengan materi mengenai Profil Lulusan yang disampaikan langsung oleh narasumber di hadapan seluruh peserta MPLS. Dalam paparannya, disampaikan bahwa kurikulum yang diterapkan saat ini mengacu pada delapan dimensi profil lulusan, yaitu keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, serta komunikasi. Kedelapan dimensi tersebut menjadi pijakan bagi sekolah dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan siap menghadapi tantangan zaman. Materi ini menjadi bekal awal bagi siswa baru untuk memahami tujuan besar dari proses pendidikan yang akan mereka jalani selama tiga tahun ke depan di SMP Wijaya Kusuma.



Bijak Bermedia Sosial dan Pengawasan Penggunaan Gawai
Materi kedua mengangkat tema penggunaan internet dan media sosial yang sehat serta pengawasan penggunaan gawai. Mengingat tingginya intensitas interaksi remaja dengan gawai dan media sosial di era digital, materi ini menjadi salah satu bekal penting bagi peserta didik baru. Para siswa diajak untuk memahami dampak positif dan negatif dari penggunaan internet, cara melindungi diri dari konten negatif serta perundungan siber (cyberbullying), hingga pentingnya membatasi waktu penggunaan gawai agar tidak mengganggu aktivitas belajar dan kesehatan. Selain itu, ditekankan pula peran orang tua dan guru dalam mendampingi serta mengawasi aktivitas digital anak, sehingga teknologi dapat dimanfaatkan secara bijak dan bertanggung jawab.
Mewujudkan Lingkungan Belajar yang Aman, Nyaman, dan Menyenangkan
Sesi berikutnya membahas pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menggembirakan bagi seluruh warga sekolah. Peserta didik diperkenalkan pada nilai-nilai saling menghormati antarsesama, budaya anti kekerasan dan anti perundungan, serta pentingnya menjaga kerukunan di lingkungan sekolah. Materi ini juga menekankan bahwa suasana belajar yang positif akan mendukung tumbuh kembang siswa secara optimal, baik dari segi akademik maupun sosial-emosional. Dengan pemahaman ini, siswa diharapkan mampu berperan aktif dalam menjaga suasana sekolah yang kondusif, saling mendukung, serta menjadikan sekolah sebagai tempat yang menyenangkan untuk belajar dan berkembang.


Membangun Kesiapsiagaan Bencana di Sekolah
Rangkaian materi hari kedua MPLS diakhiri dengan pembahasan mengenai kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah. Peserta didik diberikan pemahaman mengenai jenis-jenis potensi bencana yang mungkin terjadi, langkah-langkah mitigasi, serta prosedur evakuasi yang perlu diketahui dan dipraktikkan oleh seluruh warga sekolah. Materi ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran dan kesiapan siswa dalam menghadapi situasi darurat, sehingga apabila suatu saat terjadi bencana, seluruh warga sekolah dapat bertindak secara cepat, tepat, dan terkoordinasi demi keselamatan bersama.
Menutup Hari Kedua dengan Semangat Baru
Rangkaian kegiatan MPLS hari kedua berjalan dengan lancar dan tertib. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi materi yang disampaikan, mulai dari pengenalan profil lulusan, edukasi bermedia sosial dan pengawasan gawai, penanaman nilai lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan, hingga materi kesiapsiagaan bencana. Melalui rangkaian materi tersebut, SMP Wijaya Kusuma berharap peserta didik baru dapat memulai jenjang pendidikan menengah pertama dengan bekal karakter, wawasan, dan kesiapan yang matang, sekaligus semakin mengenal dan mencintai lingkungan sekolah barunya.